Sang Pecinta Agung menundukkan muka, dengan tanganNya sendiri menorehkan jelaga kental di hati para pencintaNya.

Namun, pantulan cahaya Ilahi dari hati mereka malah menjadikan jelaga itu sebagai kristal-kristal bening yang semakin berkilauan, bening, lalu rontok, turun dan diperebutkan oleh banyak makhluk yang mendambakan cinta Tuhan mereka.

Tiada lain yang dilakukan Sang Maha Pecinta, kecuali membuka tanganNya dan menerima kedatangan seluruh makhlukNya dengan cinta yang setulus-tulusnya.